Setelah Kau Menikahiku 0 comments

Assalammualaikum wr.Wb.

    Ini ada cerita eh novel kali ya (soalnya panjaaanng bangettt...) Yah bagi penyuka kisah-kisah roman kayanya suka deh. nah karena panjangnya nih cerita jadi bacanya harap dicicil ya...jangan sampe kerjaannya keganggu.. :

Wassalammualaikum Wr. Wb.


SETELAH KAU MENIKAHIKU (BAGIAN I)

Puspita tak percaya pada lembaga pernikahan, namun tantangan Idan untuk membuktikannya tak bisa ditolak. Maka mereka pun melakukan simulasi pernikahan.

Warkoprusak Quiz Dalam Rangka 1st Anniversary Warkoprusak 0 comments


Ikutan #wark0prusakquiz yuk, dalam rangka #1stanniversarywark0prusak ada 2 mug untuk 2 orang yang beruntung.. Caranya » Buat pantun yang terdapat kata @wark0prusak di dalamnya, tema pantun bebas dan jangan lupa melampirkan tags #wark0prusakquiz.

Penilaian tidak berdasarkan banyaknya bump ataupun banyaknya komen, quiz ini terbuka untuk semua user kecuali admin @wark0prusak, quiz dimulai dari sekarang sampai tanggal 12 okt 2011 pukul 23:59 WIB, pemenang akan diumumkan pada tanggal 14 okt 2011, dan keputusan juri/admin mutlak tidak dapat diganggu gugat, quiz ini tidak dipungut biaya dan ongkos kirim akan ditanggung oleh @wark0prusakYeeyyy,,, SELAMAT BERKREASI !!! \M/

Otak Kita (Manusia) Dapat Mengelabui Kita Sendiri Kapanpun Dia Bisa 0 comments

Gambar-gambar dibawah ini sebenarnya tidak bergerak.. Hanya saja terlihat bergerak karena ilusi dari mata kita yang mengirimkan informasi ke otak bahwa gambar-gambar tersebut bergerak. 





Ini hanya ilusi.. Jangan langsung mempercayai apa yang kamu lihat, gambar-gambar ini memang tidak bergerak!

Ayam Dan Bebek 0 comments


Berikut ini adalah cerita dari Thailand timur laut.

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kuek! Kuek!"

"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."

"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.

"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.

"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.

"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.

"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.

"Dengar ya! Itu a… da… lah… be… bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.

"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.

"Itu jelas-jelas bue… bek, kamu… kamu…."

Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.

Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam…."

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."

"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!